Bermula Dari : #1


Saya terlahir sebagai seorang muslim dan mulai menjalani tugas sebagai hamba Allah swt pada tanggal 2 Desember 1986 di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat. Permasalahan administrasi di Negeri ini mengharuskan orang tua saya mengganti tempat saya dalam akta kelahiran menjadi di kota Payakumbuh. Kota tempat orang tua saya dilahirkan dan menetap. Terlahir ke dunia dan dihadiahi dengan nama Rifki Alfonsen oleh kedua orang tua saya dan juga Datok (panggilan kakek dalam bahasa Minang). Namun nama ini hanya bertahan sampai umur 10 tahun. hehehe.. masih mengenai administrasi yg tdk rapih dan tidak ada kesamaan tulisan di Rapor Sekolah dan Akta Lahir, saya protes.. akhirnya saya mengusulkan kepada orang tua untuk menggunakan “Rifki” saja sebagai nama dalam pencatatan resmi dan “alfonsen” nya di hapuskan. Pilihan ini saya minta pada orang tua bukan tanpa alasan. Setelah mencari tahu mengenai nama ini, “Rifki” yg dihadiahi oleh Datok berasal dari bahasa arab yaitu Ro-Fa-Qo Yu-Ro-Fi-Qu, رفق (Rofiqun) yang artinya lembut, ramah tamah, teman yang lembut/ ramah. Semoga doa ini bisa menjadi kenyataan, Teman yang lembut bagi kedua orang tua. amiin..

Saya dibesarkan dalam keluarga dan lingkungan yang islami dengan adat minang yang cukup kuat dan kental. TK Islam Raudhatul Jannah dan SD Islam Raudhatul jannah telah mempengaruhi pemikiran Islam yg sangat besar tertanam dalam pola fikir saya. saat umur 11 tahun (4 SD) kami sudah dipersiapkan berpidato di depan ratusan murid-murid yang lain dan pada lain kesempatan juga di hadapan walimurid. Begitulah kami dididik di sekolah ini.

Lulus dari Sekolah Dasar pada umur 13 thn, saya sudah merantau jauh ke negeri jawa. Tepatnya di Pondok Pesantren Dar el-Qolam, Jawa Barat. Cabang atau anak pesantren Gontor yang ada di Jawa Timur. Mobil Gumarang Jaya menjadi saksi kisah perantauan Rifki kecil ke negeri Jawa saat itu. Merantau pada umur yang masih amat muda ini tidak berjalan mulus seperti yang diharapkan dan hanya bertahan satu tahun, penyebabnya tidak lain adalah faktor makanan.. Tidak sesuai dengan makanan yang selama ini terbiasa dengan makanan pedas-pedas, sedangkan saat itu di pesantren hanya mendapatkan menu khas Jawa (manis kecap). masih teringat jelas, menu sarapan dengan nasi putih di tambah kerupuk di setiap paginya. Saya proteswaktu itu, hanya diberi sarapan nasi putih + kerupuk nasi. Sekarang saya baru tahu nasi putih itu ternyata nasi uduk. Dan semasa Kuliah menjadi menu sarapan kesukaan saya setiap paginya. ^_^..! Satu tahun di Dar el-Qolam saya lanjutkan study saya ke Pondok Pesantren Ma’had Islmay. tidak ada perbedaan disiplin hanya saja kali ini perbedaan dalam menu makanan. Pondok Ma’had Islamy berada di Kota Payakumbuh, SUmatera Barat.

Bersambung… ^_^

Advertisements

4 responses to “Bermula Dari : #1

Tinggalkan komentar kamu teman's,..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s