Otak Kuno


Hari ini saya coba berdiskusi dengan “mantan” aktivis. kenapa saya bilang mantan? Ya saya berfikir dan memperhatikan, tidak ada lagi sepertinya cita-cita luhur, independensi dalam berfikir dan beropini, cara memandang masalah yang tidak lagi melihat dari segala aspek. Hanya terbawa tendensius perihal moralitas dan kesejahteraan yang memang sedang bermasalah di Indonesia saat ini.

“Lebih baik negara ini bangun moral dulu baru beli dan bangun infrastruktu!” Lucu, menurut saya sih begitu. Moralitas memang suatu hal yang sangat baik dan bagus untuk di utamakan dalam pembangunan bangsa ini. Dengan moralitas semua hal akan menjadi tentram dan akan termanfaatkan semua fasilitas yang ada dengan maksimal.

Namun ya pembangunan secara fisik tidak harus “menunggu” pembangunan moral terlebih dahulu kan? Pembangunan 2 aspek yang berbeda ini (moral dan fisik/infrastruktur) bisa dilakukan saling beriringan sehingga tidak menunda pembangunan fisik untuk kepentingan umum dan efeknya juga dapat meningkatkan kesejahteraan juga.

Kita bisa menganalogikan pembangunan seperti anak kecil yang baru mulai belajar, sembari orang tuanya memasukkan nilai nilai moralitas kedalam akal fikirannya sang bayi pun diajarkan bagaimana cara melangkahkan kaki untuk berjalan. Sehingga ketika kaki sudah sanggup untuk berjalan dan badan sudah bisa di ajak berlari dengan kedua kakinya, otakpun sudah sanggup berfikri dan tau mana yang benar mana yang salah, sesuai defenisi moralitas yang di cekokin orang tua kepada fikiran si anak.Β Kaki dan fisik = Infrastruktur, sedangkan fikiran/ otak yg di cekokin nilai moralitas = Moral bangsa.

Opini hanya opini pribadi bisa salah bisa benar, tapi saya berkeyakinan jika kita selalu melihat suatu permasalahan dari satu sudut pandang saja seperti hanya melihat aspek moralitas (tendensius pada satu masalah), niscaya kita tidak akan bisa maju menjadi yang lebih baik. Banyak aspek yang harus dipertimbangkan dalam melihat suatu permasalahan sehingga mendapatkan solusi yang terbaik.

Advertisements

Tinggalkan komentar kamu teman's,..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s