Mendambakan Rumah Impian


Lagi menelusuri tulisan tulisan lama di Blog saya yang lawas dulu, ketemu tulisan ini di tulis tahun 2008. Sudah 4 tahun yang lalu. Senyum-senyum kalo dibaca lagi. hehe… 🙂

Rumah!

Tempat yang sangat pribadi, dimana sipemiliknya bebas melakukan ekspresi semaunya. Sehingga apa saja yang terdapat di dalamnya sudah sewajarnya hanya diketahui oleh sipemilik rumah! Mulai dari hal-hal yang kecil sampai yang paling besar. Mulai dari merek sabun mandi yang ada di kamar mandi sampai mobil BMW yang sedang terparkir di depan rumah. Hal ini wajar!

Pada kenyataannya, rata-rata penghuni hanya memperhatikan apa saja yang ada di dalam rumah atau yang ada di sekitar rumah tapi sangat sedikit pemilik rumah yang mengerti atau paham bagaimana dan seberapa kuat struktur rumah tempat mereka tinggal dibangun. Memang sih, sipemilik rumah tidak juga mesti tau struktur segala. Kalau bisa pasti sudah bikin sendiri, betul tidak? Tidak perlu bayar mahal-mahal kalau ikut-ikutan pusing mengenai struktur rumah? hehe… 🙂

Tapi yang harus kita sadari disini bahwa segala sesuatu ada ilmunya. Tanpa tau bagaimana dan seberapa kuat struktur rumah dibangun maka kita tidak akan tahu kapan akan merekonstruksi ulang minimal merenovasi dan merawat tempat kita bernaung! Minimal sebelum nempatin rumah baru jangan lupa bertanya pada Engineernya kapan harus direnovasi rumahnya dan berapa lama umur rumahnya.

Pondasi Bangsa

Jika sebuah rumah terdiri dari sekian banyak bahan yang disatu padukan sehingga mejadi satu kesatuan struktur rumah, sehingga bisa berdiri kokoh dan stabil (Σv=0, Σh=0, Σm=0), lalu bagian struktur mana yang paling berperan agar bangunan tetap stabil? Dan jika rumah (Indonesia) terdiri dari sekian banyak suku, karakter, dan perbedaan umur (pemuda, anak-anak, orang tua) disatupadukan dengan kebhineka tunggal ika-an menjadi suatu tatanan struktur kenegaraan yang bermartabat hingga pada akhirnya bisa berdiri kokoh dan stabil, lalu bagian manakah yang paling berperan untuk menjaga agar struktur “bangunan” (red:bangsa) ini tetap stabil?

Sebelum dijawab…! Ada beberapa analogi atau perumpamaan yang bisa sedikit membantu untuk menjawab, Jika suku cadang motor anda rusak, apa yang akan anda lakukan? Kalo anda boleh memilih pasti anda memilih mengganti dengan yang baru, jika yang rusak diperbaiki pasti ada sedikit keragu-raguan apakah bisa tahan lama atau tidak, atau harus balik ke bengkel lagi karna rusak lagi? Terus, jika genteng rumah anda bocor saya yakin anda akan lebih memilih menggantinya dengan yang baru dari pada menambal dengan lakban. Jika ban motor anda pecah pasti anda akan memilih untuk mengganti dengan yang baru (kalau anda punya uang banyak hehehe.. minimal hutang dulu sama yang punya bengkel), sedangkan jika ditambal pasti meninggalkan bekas pada bagian yang ditambal dan umurnya tidak seawet yang baru. Analogi terakhir, jika cat rumah anda sudah kusam, pasti anda berusaha menutupinya dengan cat yang baru (mencat ulang), bukan malah mecuci dinding dengan air, plus sedikit diterjen barangkali? wkwk. 🙂

Saya suka menjawab sesuatu dengan analogi-analogi seperti pada paragraf di atas. hehe.. 🙂 Jadi dari pertanyaan tadi (bagian manakah yang paling berperan untuk menjaga agar struktur “bangunan” (red:bangsa) ini tetap stabil?) jawaban saya adalah yang akan berperan banyak dalam menjaga kestabilan kondisi bangsa ini kedepan agar menjadi bangsa yang bermartabat dan disegani dunia adalah seorang pemuda bukan kakek-kakek.

Karakter Pemuda

Pemuda zaman sekarang, tentunya bukan pemuda kemaren pastinya selalu mendapatkan peran penting dalam setiap skenario dan di setiap episode-episode atau lembaran-lembaran sejarah kebangkitan peradaban manusia. Seperti pemuda pada zamannya, sebut saja peristiwa tentang sumpah pemuda, kemudian pada masa penjajahan belanda dan berlanjut ketika detik-detik proklamasi di proklamirkan, berlanjut pada peristiwa malari kemudian reformasi. Setiap peristiwa selalu ada peran pemuda di dalamnya. Harapan stabilnya bangunan Indonesia ini di tangan pemudah sangatlah wajar dan secara logika sangat mudah diterima akal sehat. Karena pemimpin yang ada pada saat sekarang ini adalah pemuda yang baru datang hari kemaren (red: 5 atau 10 tahun yang lalu). Dan pemuda yang ada pada saat ini merupakan pemimpin yang menentukan nasib bangsa kedepannya.

Sekarang, pemuda yang manakah yang bisa mengemban tugas yang mulia tersebut? Yaitu pemuda yang memiliki karakter pemimpin yang kuat dan tertanam komitmen perubahan di dadanya. Dialah pemuda yang ditunggu-tunggu selama ini yang bisa menjadi penentu arah di masa depan, dengan bekal:

  1. Pemahaman yang kuat;
  2. Keikhlasan dalam bermetamorfosis dan memetamorfosis;
  3. Amal nyata dalam segala hal;
  4. Bersungguh-sungguh mengusung perubahan;
  5. Pengorbanan yang selalu menjadi cirikhasnya, di dalam setiap aksinya;
  6. Ta’at dan patuh terhadap peraturan, sehingga memberikan contoh kedisiplinan pada khalayak;
  7. Bersikap tegar dalam menyelesaikan dan menghadapi perjalan jauh untuk menorehkan tinta emas dalam setiap halte-halte kehidupannya;
  8. Totalitas dalam menggapai tujuan untuk menjadikan mimpi menjadi nyata;
  9. Mengikat tali persaudaraan (ukhuwah) dalam kondisi apapun dan dengan siapa pun;
  10. Dan terakhir percaya dengan sesama saudara yang selalu memperjuangkan dan selalu berusaha untuk menggapai negeri utopia (impian) ini.

Sepuluh karakter yang disebutkan diatas tidak akan lepas dari jiwa seorang intelektual muda yang progresif, kreatif, dan memiliki inovasi-inovasi baru dan tidak basi sekaligus populer dalam melakukan perubaha kearah yang lebih baik. Konsep “rumah” dari sudut pandang sebuah bangsa. Merupakan tempat bernaungnya berbagai macam model dan karakter masyarakat di dalamnya. Mulai dari yang kaya sampai yang miskin, dari yang berpendidikan sampai yang buta huruf, dari yang putih sampai hitam, dari yang berpakaian rapih sampai yang telanjang, dari yang peduli sampai apatis, dan masih banyak lagi macamnya.

Siapapun diri kita, dan penghuni yang bagaimanakah diri kita ini, sedikit banyaknya harus mengerti dan paham bahwa bagian yang berperan dalam menjaga kekuatan bangunan rumah (Indonesia) kita ini adalah pemuda, sehingga kita tau apa yang harus kita lakukan dan kita tahu kapan harus merenovasinya dan merawatnya untuk menjaga agar tetap kuat menghadapi masa depan bangsa ini. Jadi setiap kita mempunya kewajiban untuk menjaga dan merawatnya dengan bijak. Sehingga kita nyaman untuk tinggal di dalam rumah (Indonesia) yang sangat kita sayangi ini.

Kesimpulannya, jika struktur terpenting dalam sebuah bangunan besar (yang bernama Indonesia) ini yaitu pemuda, dan dia sudah memiliki karekter yang kuat sebagai intelektual muda dan selalu siap siaga dalam menopang perubahan zaman yang diwariskan oleh pemimpin-pemimpin sebelumnya, maka berbahagialah! Karena ini merupakan langkah pertama yang sudah dilakukan untuk mengejar masa depan emas dan indonesia emas. Namun jika belum, ini adalah pekerjaan rumah (PR) kita bersama dan harus diselesaikan secepat mungkin dan dalam waktu dan tempo yang sesingkat-singkatnya agar kita tidak selalu kitinggalan jauh, dan selalu terbawa euforia kejayaan kerajaan-kerajaan zaman dulu.

Kemudian singsingkanlah lengan baju Katakan pada setiap orang dengan tegas! Pemuda adalah pewaris negeri…! maka saya telah bersiap siaga dan karena saya (pemuda) yakin kapanpun saya siap menggiring bangsa ini menjadi rumah idaman setiap orang.

Wisma Al Kahfi, 3 mei 2008,
dini hari jam 01.08 wib
Rifki ”Biruul walidain”
”Untuk kedua orang tua yang berada jauh di negeri seberang,
Dan untuk adik-adik ku yang tercinta: nesia, razak, mega.”
Advertisements

2 responses to “Mendambakan Rumah Impian

Tinggalkan komentar kamu teman's,..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s