Bahaya Doktrin Humanisme


Demi menyebarkan doktrin humanisme, Freemasonry menggunakan beragam cara. Bukan dengan kekerasan, melainkan dengan cara-cara yang mengatasnamakan kemanusiaan, seperti misalnya mendirikan organisasi-organisasi yang bergerak di bidang amal, lingkungan, kemanusiaan, dan sebagainya, sehingga orang yang tak tahu ‘makhluk’ apa sebenarnya organisasi itu, dapat terseret dalam kesesatan.

Dari begitu banyak organisasi yang dibentuk Freemason, dua di antaranya, dan yang paling dikenal adalah International Association of Rotary Club dan International Association of Lions Club. LSM World Vision yang berkantor di Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, juga dicurigai organisasi para Mason, karena logo LSM ini berupa gambar sebuah mata.

International Association Rotary Club atau yang biasa disebut hanya Rotary Club saja, memiliki cabang di lebih dari 170 negara, termasuk Indonesia. Anggotanya disebut Rotarian. Salah satu sayap gerakan zionis (Freemason) ini merupakan organisasi yang dikelola oleh para pemimpin bisnis dan profesional yang mewakili semua profesi, baik dokter, notaris, guru, politikus, dan lain sebagainya. Di Indonesia, sebagian besar anggota perkumpulan ini merupakan orang-orang keturunan Tionghoa, namun ada juga yang beragama Islam.

Rotary Club begerak di bidang kemanusiaan. Hingga 2005, cabang-cabangnya yang berada di 170 negara telah berjumlah 32.000 dengan anggota sebanyak 1,2 juta orang.

Rotary Club pertama kali hadir di Indonesia pada 1927 di Yogjakarta. Karena merupakan cabang, semua kegiatan dan peraturan yang berlaku pada Rotary Club Indonesia mengacu sepenuhnya pada ketentuan yang berlaku di Rotary International yang berkantor pusat di Amerika. Tak boleh menyimpang sedikit pun (lebih detil tentang Rotary Club, KLIK DI SINI.

Aktifitas organisasi berlambang roda bergerigi ini sepenuhnya untuk kepentingan Freemason. Untuk mempermudah hubungan dengan berbagai sekte, agama, dan golongan, Rotary berpura-pura membatasi aktivitasnya hanya untuk masalah-masalah sosial dan kultural, dengan dalih demi kemanusiaan. Cara pencapaian sasarannya melalui pertemuan-pertemuan berkala, seminar, ceramah yang mengarah pada upaya mendekatkan antaragama dan menghapus segala perbedaan keagamaan. Ini mirip dengan ceramahnya para pendudung teologi inklusive, seperti yang digemar-gemborkan kelompok Jaringan Islam Liberal (JIL). Tujuan utamanya adalah untuk membaurkan orang-orang Yahudi dengan bangsa lain dengan mengatasnamakan kasih dan persaudaraan. Melalui jalan ini mereka mampu mengumpulkan berbagai maklumat yang dapat membantu mereka dalam mencapai tujuan yang bersifat ekonomis dan politis, juga membantu mereka dalam menyebarkan tradisi tertentu (Kaballah, humanisme, dan lain-lain) yang akan memastikan timbulnya kemerosotan (degenerate) sosial. Ini dapat kita lihat melalui persyaratan keanggotaan yang hanya diberikan kepada orang-orang penting dan menonjol di masyarakat.

International Association Lions Club atau yang biasa disebut Lions Club saja, juga organisasi Freemason yang bergerak di bidang kemanusiaan. Saat ini di Indonesia saja, organisasi itu memiliki sekitar 20 cabang yang tersebar di 8 provinsi. Ini lah cabang-cabang itu :

1. Bali Surya Host
2. Bandung Ceria
3. Bandung Lestari
4. Surabaya Mahardhika
5. Surabaya Srikandi
6. Surabaya Kharisma
7. Surabaya Victoria
8. Surabaya Pelita
9. Surabaya Nirwana
10. Surabaya Central
11. Bojonegoro Host
12. Kupang Cendana Gost
13. Yogyakarta Mataram Pradipta
14. Yogyakarta Puspita Mataram
15. Jakarta Host
16. Bandung Merdeka
17. Solo Bengawan
18. Surabaya Patria
19. Jakarta Bunga Tanjung
20. Surabaya Padma

Seperti halnya Rotary Club, organisasi ini pun bergerak di bidang kemanusiaan, dan semua sepak terjang serta kebijakannya mengacu kepada Lions Club pusat. Yang berbahaya, di balik aktifitasnya di bidang kemanusiaan, organisasi ini juga secara diam-diam mengumpulkan data-data yang berhubungan dengan masalah-masalah politik dan keagamaan di negara dimana klub ini berada. Data-data kemudian dikirim ke kantor pusat dan diolah di sana. Selanjutnya, kantor pusat merancang kegiatan yang harus dilakukan organisasi selanjutnya, sesuai tujuan yang hendak dicapai.

Dalam aktifitasnya, Lions Club mengumandangkan jargon “Agama untuk Tuhan, Tanah air untuk semua”, yang mendorong orang berpaling dari Sang Pencipta, dan fokus kepada diri mereka sendiri (ajaran humanisme). Mereka juga menyerukan ide “ikatan kemanusiaan” dan menghilangkan diskriminasi antarumat manusia.

Ini lah garis besar aktivitas Lions Club.
1. Menyerukan slogan “Kebebasan, Persamaan, dan Persaudaraan” (liberte, egalite, & fraternite);
2. Menyebarkan arti kebaikan dan kerjasama antarbangsa;
3. Membangun semangat kerukunan di antara pribadi-pribadi dengan cara melonggarakan dan menjauhkan ikatan-ikatan akidah (keyakinan).
4. Memperhatikan aspek keadilan sosial;
5. Aktif menyebarkan ilmu pengetahuan dengan berbagai sarana yang memungkinkan;
6. Menolong orang-orang cacat;
7. Meringankan beban kejenuhan hidup sehari-hari;
8. Memberikan pelayanan kepada lingkungan sekitar;
9. Menyelenggarakan perlombaan-perlombaan yang bersifat hiburan;
10. Mendukung proyek-proyek rehabilitasi sosial;
11. Mendukung proyek-proyek Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB); dan sebagainya.

Advertisements

Tinggalkan komentar kamu teman's,..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s