Edisi Memaknai Cinta


Dear Diary..

Cinta ibarat lilin kecil yang menyala, memberi cahaya disaat malam tiba.
Tetes demi tetes meleleh dan terbakar.
dan akhirnya..
ia mati.
Hingga tinggallah cinta mendekap gelapnya hati.

Cinta ibarat bunga yang indah dan berseri.
Tapi disaat ia layu dan terkulai lemah..
tak satupun menghiraukan dan menoleh.
Yang ada hanyalah cinta dengan hati yang mati.

Cinta ibarat kupu-kupu yang bertebangan.
Memberi warna takjub dalam setiap pandangan.
Tapi disaat ia mulai menjauh dan pergi, ia tak kan berhenti.
Meski dipanggil untuk kembali mengisi dan mewarnai hati yang sunyi.
Tinggallah cinta dalam kesendirian dan sepi.

Tiada cinta yang abadi.
Selain cinta Allah Yang Maha Suci.
Ibarat lilin, bunga dan kupu-kupu..
Penuh pesona diawalnya saja..
tapi, kehilangan makna diakhir cerita.
via Edisi Memaknai Cinta.

Advertisements

Tinggalkan komentar kamu teman's,..

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s